Friday, December 11, 2015

Profil Ponpes Qurani Raudlatul Ulum 2 Putukrejo Gondanglegi Malang

3:27 PM


Sejarah Singkat
Pondok Pesantren Al-Qur’an Raudlatul Ulum 2 atau disingkat dengan nama PPQ-RU2 secara resmi didirikan pada tanggal 03 Oktober 2014 M./08 Dzulhijjah 1435 H. Dalam posisi geografis, PPQ-RU2 berada disebelah timur pesantren putri RU 2 Putukrejo Gondanglegi. Pada tahap awal, pesantren ini dimulai dari dua orang santri putri yang bernama Nur Aini dan Maftuhah berminat mengaji (binnadzar) dan melakukan setoran hafalan (tahfidz) kepada Ning Maria Ulfa di rumahnya. Kegiatan keduanya dilaksanakan setelah shalat Subuh di ruang tamu rumah putri bungsu kiai Qosim itu, walaupun sebenarnya ia masih disibukkan dengan pengajaran di SMA Raudlatul Ulum dan program pengajian pagi pesantren putri. Keberlangsungan kegiatan yang hampir setahun lebih itu rupanya membuat menarik minat beberapa santri putri yang lain untuk ikut bergabung melakukan hal yang sama.

Setelah dilihat jumlah santri calon penghafal Al-Qur’an mencapai delapan orang, Ning Ulfa kemudian mengutarakan kondisi tersebut kepada Nyah Hj. Zainab Qosim, selaku Pengasuh Utama PPRU 2, dan Dewan Pengasuh yang lain sekaligus memohon doa restu untuk memfasilitasi para santri putri yang memiliki animo menghafalkan kitab suci. Bersamaan dengan bertambahnya jumlah peminat hafalah Al-Qur’an dan disertai restu Nyah Hj. Zainab Qosim, pada awal kalender pendidikan formal tahun 2014, Ning Maria Ulfa memutuskan untuk berhenti mengajar di sekolah menengah atas guna memilih memantapkan komitmen membimbing peserta penghafal Al-Qur’an. Agar kegiatan hafalan lebih fokus, Ning Ulfa bernisiatif menjadikan ruang makan keluarga sebagai kamar hunian para santri dengan pemasangan sekat triplek yang ketika itu mereka masih menetap di lokasi pesantren RU 2 putri.

Tanggal di atas dijadikan momen waktu bagi berdirinya PPQ-RU2 karena dua hal, kendati sebelum tanggal tersebut beberapa orang santri sudah melakukan setoran hafalan Al-Qur’an. Kedua hal itu adalah: Pertama, pada tanggal ini buku Kasyful Hudlur yang menjadi acuan proses hafalan dapat diperbanyak. Kedua, pada tanggal ini pula, yakni tahun hijriyah, bertepatan dengan wafatnya KH Qosim Bukhori. Momentum inilah saat yang dianggap paling tepat untuk menandai kelahiran PPQ-RU2. Lebih-lebih peristiwa wafatnya pendiri PPRU 2 itu akan diperingati dengan haul sepanjang tahun oleh keluarga, alumni, wali santri, ihkwan-akhowat tarikat Naqsyabandiyah, dan masyarakat, sehingga waktu kelahiran PPQ-RU2 diharapkan mendapatkan berkah doa dari semua pihak dalam setiap kegiatan haul.

Pada pertengahan tahun 2015, Nyah Hj. Zainab Qosim memohon kepada H. Lukman, sebagai salah satu pewaris Abah Mahmudji, agar mewakafkan tanah dan bangunan dibelakang rumah Ning Maria Ulfa untuk kepentingan hunian para santri penghafal Al-Qur’an. Setelah persetujuan diperoleh, dan berkat bantuan anggota keluarga serta beberapa pihak secara finansial, proses rehab kamar dilakukan. Ruang hunian yang terdiri dari tiga kamar dan satu ruang utama kemudian ditempati meninggalkan kamar yang asalnya ruang makan. Pada akhir bulan Oktober 2015, ruang hunian diperlebar ke arah timur sesuai luas tanah yang diberikan oleh salah satu ahli waris Abah Mahmudji tersebut.
 
Semenjak bulan Juli 2015, PPQ-RU2 mengelola program pembelajaran Al-Qur’an bagi para siswi MA RU Putukrejo atas prakarsa Bapak Romzi, selaku Kepala sekolah itu. Kegiatan ini dicanangkan agar semua peserta didik di Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Putukrejo mampu membaca serta sanggup menghafal Al-Qur’an, setidak-tidaknya surah-surah pendek atau surah-surah penting yang dinilai perlu dikuasai dan dihafalkan ketika mereka kembali ke masyarakatnya. Agenda program ini dimulai jam 07:00 WIB – 08:30 dengan melibatkan santri PPQ-RU2 yang sudah terpilih dan telah mengikuti pelatihan metode “Ummi Fundation” Malang untuk membimbing para siswi tersebut.

Tiga Landasan

Secara umum, pendirian PPQ-RU2 didasari pada tiga landasan penting:

1)  Berlandaskan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits,



بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ


Artinya: “Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.”  (QS. Al-Ankabut:49)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.” (QS. Al-Anfal:02)

Berlandaskan sabda Nabi Muhammad SAW,
خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah seseorang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.” (HR. Bukhori)

أشرافُ أمتي حملة القرآن، وأصحاب الليل

Artinya: “Umatku yang paling mulia ialah penghafal Al-Qur’an dan orang-orang yang bangun (beribadah) malam.” (HR. Baihaqy)

2)  Berpedoman pada pesan KH Qosim Bukhori,

Kalau diberikan rezeki anak perempuan, suruh menghafal Al-Qur’an saja, di zaman sekarang biar lebih selamat.”

3)  Mengacu kepada nalar fenomena sosial; perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan kebebasan tanpa batas melahirkan sikap, cara pandang dan perilaku yang kian menjauhkan kehidupan sebagian besar masyarakat dari nilai-nilai agama. Sendi-sendi religiutas generasi muda sudah mulai menampakkan gelagat semakin runtuh, sehingga tata nilai dan moralitas mereka tak lagi diukur dengan standar ajaran agama. Hal ini dapat dicermati dari pergaulan bebas yang melanda anak bangsa sudah mulai mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan kebanyakan orang tua muslim.
 

Tiga pondasi inilah yang mendorong kelahiran PPQ-RU2 di tengah lingkungan PPRU 2 Putukrejo. Al-Qur’an yang dipercaya sebagai pedoman hidup setiap insan beriman, dipandang sebagai satu-satunya petunjuk kebenaran dan juru penyelamat dari setiap terpaan pendangkalan akidah dan dekadensi moral. Melalui firman Tuhan yang dihafalkan dan selanjutnya diamalkan diharapkan lulusan PPRU 2, pada umumnya, dan PPQ-RU2, khususnya, bisa tetap menjunjung tinggi doktrin agama, tatakrama dan norma-norma di dalam kehidupan masyarakat global. 

Akidah, Azas dan Sifat

1)   Akidah PPQ-RU2 adalah Islam ‘ala Ahlussunnah Wal Jama’ah.

2)   Azas PPQ-RU2 adalah al-Quran, al-Hadits, al-Ijma’ dan al-Qiyas.

3)   Sifat PPQ-RU2 adalah kekeluargaan, kemasyarakatan dan keagamaan.



Visi

Menghantar anak didik mampu membaca atau menghafal Al-Qur’an sesuai ilmu tajwid


Misi
1)  Menjadikan peserta didik menguasai dasar-dasar  ilmu tajwid.
2)  Mencetak peserta didik mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai ilmu tajwid.
3)  Menciptakan peserta didik sebagai penghafal Al-Qur’an.
4) Menjadikan peserta didik memiliki kemampuan mengajarkan dan membimbing dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Filosofi Logo

1) Bingkai lingkar lima berbentuk setengah kubah bermakna azas Islam.

2) Latar hijau berarti kesejukan dan kedamaian.

3) Warna kuning bola dunia ditafsiri kesucian yang ditebarkan dari nilai-nilai al-Qur’an.

4) Al-Qur’an berada ditengah-tengah bola dunia dan huruf PPQ-RU2 menunjukkan substansi al-Qur’an mendunia dan keikutsertaan pesantren PPQ-RU2 dalam menyebarkan konten kitab suci itu.

5) Bintang Sembilan dimaknai bahwa keluarga besar PPQ-RU2 mengikuti ajaran wali songo dalam pengamalan keislaman.

6) Kalimat Putukrejo Gondanglegi Malang berarti alamat domisili PPQ-RU2.


Struktur Pengelola
1)  Penasihat                          : Pengasuh dan Dewan Pengasuh PPRU 2 Putukrejo
2)  Pembina                            : Muhammad Madarik
3)  Pembimbing (Musyrifah)    : Ning Maria Ulfa
4)  Pelaksana Harian               : Pengurus PPQ-RU2 

Program Kegiatan 

JADWAL RUTINITAS PPQ-RU2
Kegiatan Harian
Jam
Kegiatan
Tempat
02:30 – 04:00
Shalat malam
Rumah Ning Maria Ulfa
04:00 – 04:35
Shalat Subuh dan dzikir
Rumah Ning Maria Ulfa
04:00 – 05:30
Pembacaan surah Yasin
Makam KH Qosim Bukhori
Makam Abah Mahmudji
05:30 – 06:35
Baca-simak/setoran
Rumah Ning Maria Ulfa
11:30 – 12:30
Shalat Dzuhur berjamaah
Rumah Ning Maria Ulfa
12:30 – 14:30
Istirahat siang/muraja’ah
Rumah Ning Maria Ulfa/ruang hunian
14:30 – 15:30
Shalat Asar berjamaah
Rumah Ning Maria Ulfa
15:30 – 17:30
Muraja'ah
Rumah Ning Maria Ulfa/ruang hunian
17:30 – 18:30
Shalat Maghrib berjamaah
Rumah Ning Maria Ulfa
18:30 – 19:30
Muraja'ah
Rumah Ning Maria Ulfa
19:30 – 20:30
Shalat Isak berjamaah
Rumah Ning Maria Ulfa
20:30 – 21:30
Shalawat bersama
Rumah Ning Maria Ulfa
21:30 – 22:00
Muraja'ah
Rumah Ning Maria Ulfa
22:00 – 02:30
Istirahat malam
Ruang hunian
Kegiatan Mingguan/Bulanan/Tahunan
Jam
Kegiatan
Tempat
Waktu
12:00 – 01:00
Shalat malam
Rumah Ning Maria Ulfa
Malam Jumat
04:35 – 04:00
Jalan pagi
Seputar jalan desa
Minimal 3X seminggu
Kondisional
Qira’ah Al-Qur’an
Kondisional
Per-bulan
Kondisional
Khotmil Qur’an
Kondisional
Minimal 3 bulan
Kondisional
Tes hafalan
Kondisional
Per-tahun
Kondisional
Refreshing
Wisata religi
Per-tahun
 
Buku Kasyful Hudlur
Pada tanggal 03 Oktober 2014 M./08 Dzulhijjah 1435 H. PPQ-RU2 menerbitkan buku pegangan. Dalam pengantarnya disebutkan bahwa buku ini dibuat sekedar untuk memantau dan melakukan monitoring secara tertulis terhadap kegiatan dan proses tahfidzil Qur'an yang meliputi:

1)      Ziyadah tahfidz (setoran tambahan hafalan).
2)      Muraja'ah (setoran yang sudah dihafal/derres).
3)      Imtihan (ujian: setoran ulang seluruh hafalan dengan waktu tertentu).

Ketiga aspek ini perlu dilakukan agar lebih mengoptimalkan semangat dan kedisiplinan.

Ketentuan Tahfidz
Agar proses menghafal al-Quran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai target minimal, maka para peserta didik diharapkan melaksanakan ketentuan berikut:

1) Prosedur Menghafal

  • Ziyadah tahfidz dilaksanakan minimal satu halaman (الصفحة) setiap hari kecuali berhalangan.
  • Muraja’ah bi al-Musyrifah dilaksanakan minimal lima halaman atau seperempat juz setiap hari kecuali berhalangan.
  • Muraja’ah bi al-Shahibah dilaksanakan minimal lima halaman atau seperempat juz setiap hari.
  • Muraja’ah bi al-Nafsi dilaksanakan secara maksimal sesuai kemampuan.
  • Membiasakan membaca minimal satu halaman (الصفحة) dalam satu rakaat pada shalat maktubah atau shalat sunnah.
  • Peserta didik diharapkan membiasakan Muraja’ah bi al-Nafsi walaupun ditengah aktifitas, agar melatih konsentrasi dan menambah kelancaran hafalan.
  • Peserta didik diharapkan membiasakan membaca/menghafal dengan tartil.
  • Buku Kasyful Hudur ini harus dibawa pada saat peserta didik pulang ke rumah, agar kolom Muraja’ah bi al-Shahibah dan Muraja’ah bi al-Nafsi tetap terisi.


2)      Etika Menghafal

  • Peserta didik diharapkan senantiasa mengokohkan niat dengan ikhlas mencari ridla Allah SWT.
  • Peserta didik diharapkan selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diberi kekuatan lahir dan bathin.
  • Peserta didik diharapkan memiliki riyadlah, sesuai kemampuan selama proses menghafal.
  • Peserta didik diharapkan membaca tawassul dan doa, minimal satu kali dalam sehari.
  • Peserta didik diharapkan tetap menjaga etika terhadap al-Quran.
  • Peserta didik diharapkan selalu mendoakan atau memohon doa kepada kedua orang tua.

Kriteria Penialaian


Penilaian dalam proses hafalan al-Quran bertumpu kepada dua komponen penilaian, yaitu:

1)      Ziyadah tahfidz.

2)      Muraja’ah bi al-Musyrifah, Muraja’ah bi al-Shahibah dan Muraja’ah bi al-Nafsi.



Pada dua komponen tersebut mencakup seluruh kegiatan utama (hafalan al-Quran).  Proses penilaian ini dilakukan oleh tiga pihak:

1)      Pembimbing (Musyrifah).
2)      Sejawat.
3)      Diri sendiri.

Pelaksanaan penilaian dari Pembimbing (Musyrifah) merupakan pihak yang utama, sedangkan pihak yang lain adalah pendukung terhadap kelancaran hafalan. Sebab itu, Muraja’ah kepada sejawat atau mengulang pada diri sendiri sangat perlu dilakukan secara intens.

Oleh karenanya, hal yang sangat perlu ditekankan adalah kejujuran sebagai dasar penilaian yang harus dimiliki oleh semua pihak.
 


Adapun penilaian dirinci sebagai berikut:

Interval Skor
NILAI HAFALAN
Huruf
Predikat
90-100
A+
Sangat Lancar
80-90
A
Lancar
70-80
A-
Cukup Lancar
60-70
B
Kurang Lancar
50-60
B-
Tidak Lancar
 


Sedangkan uraian sebagai berikut:

1)  Masing-masing unsur penilai membubuhkan angka puluhan (75, 80, 87, dst.).

2) Peserta didik yang memperoleh nilai A+, dan A dinyatakan baik dan tidak perlu mengulang.

3) Peserta didik yang memperoleh nilai A- dinyatakan baik tetapi disarankan untuk mengulang.

4)  Peserta didik yang memperoleh nilai B dan B- dinyatakan kurang dan harus mengulang.



Demikian profil dan sekilas sejarah PPQ-RU2 Putukrejo Gondanglegi Malang. Semoga keberadaannya memberikan manfaat bagi semua kalangan serta mendapat ridla Allah SWT, karomah al-Quran, berkah para pendahulu dan bimbingan segenap sesepuh Raudlatul Ulum. Amin.[]


Diolah dari berbagai sumber.

Dihimpun dan ditulis ulang oleh Muhammad Madarik.



 

Diterbitkan oleh

Buletin Amanaha Online. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I. Ganjaran Gondanglegi Malang Jawa Timur. Menulis.

0 komentar:

Post a Comment

 

© 2016 Amanah Online. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top