Wednesday, April 30, 2014

Alquran dan Problem Kemasyarakatan

8:44 AM

Oleh: Imron Hakiki*




[Judul Buku: Al-Qur’an dan Isu-Isu Aktual | Pengarang: Mahasiswa IAT angkatan 2010 | Penerbit: IDEA Press | Cetakan: 2013 | Tebal: xxvi, 202 Halaman] 

Alquran merupakan kitab pegangan umat beragama Islam. Banyak bentuk dan cara dalam menggali makna Alquran dengan tujuan untuk mencari kesesuaian dengan konteks dan kultur di masing-masing masyarakat. Hal tersebut timbul sebab kepercayaan umat muslim bahwa Alquran bukan sekedar sebuah kitab suci yang sekedar harus diimani, tetapi sebagai way of life yang senantiasa hadir direlung-relung kehidupan. Fakta ini kemudian melahirkan sebuah adagium bahwa Alquran shâlih li kull zamân wa makân (hlm. 01). 

Alquran dan Isu-Isu Aktual merupakan buku kumpulan karya ilmiah tentang isu-isu yang berkembang di masyarakat, dikaitkan dengan perspektif Al-Quran, di mana ini merupakan salah satu bentuk penggalian makna dari Alquran. Bermodalkan kemampuan yang dimiliki dalam bidang Alquran dan tafsir, mahasiswa jurusan Ilmu Alquran dan tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 2010 mencoba mengangkat persoalan sosial kemasyarakatan sebagai obyek observasi. Persoalan yang dianggap kerap menggelisahkan tersebut meliputi radikalisme agama, perbedaan agama, korupsi, perbudakan, dan mode busana yang menyimpang dari norma-norma agama.

Pembahasan di dalam buku ini dibagi menjadi tiga bab: pertama, Alquran dan isu-Isu kontemporer: perspektif sosial keagamaan. Bab ini lebih fokus terhadap hakikat agama dan permasalahan yang terjadi di dalamnya menurut Alquran. Di dalam bab ini diungkapkan bahwa banyak agama dipahami secara tekstual, sehingga hilang bentuk dinamisnya. Berawal dari itu, umat beragama kerap mengalami perpecahan. Bab ini diawali dengan tulisan Nur Maulida tentang hakikat agama (dalam hal ini, Islam) menurut Alquran berdasarkan tafsir Fungsionalisme Emilé Durkheim, dilanjutkan dengan permasalahan di dalam agama, seperti Radikalisme Agama dan Problematika Perbedaan umat, yang dibahas oleh Farihatul Liqo’ dan Dona Kahfi. Ma. Iballa.

Kedua, Alquran dan isu-isu aktual kontemporer perspektif sosial kemasyarakatan. Bab ini pembahasannya lebih terhadap problem sosial kemasyarakatan, seperti “Korupsi”, yang dibahas oleh Taufik Akbar, “Perbudakan”, dibahas oleh Muhammad Barir dan “Strategi Dakwah di Lingkungan Masyarakat Multikulturalisme”, yang dibahas oleh Lasmi. 

Ketiga, Alquran dan isu-isu aktual kontemporer perspektif lingkungan dan mode. Bab ini fokus pembahasannya pada problem observasi alam yang kerap terjadi di masyarakat dalam bentuk pencemaran lingkungan, penebangan hutan, dan pemburuan hewan secara sembarangan yang itu dibahas oleh Andrika Fitrotul Aini dan mode busana masyarakat yang mencerminkan mode masyarakat sekuler Barat yang dibahas oleh Siti Mariyatul Kiptiyah.

Secara keseluruhan, karya ilmiah dalam buku ini merepresentasikan permasalahan praktis yang terjadi dimasyarakat direlasikan dengan teks Alquran. Secara subjektif, Karya yang diantologikan di dalam buku ini merupakan cerminan dari sifat kekritisan mahasiswa tersebut secara individu, yang diwujudkan dengan menuangkan pemikiran dalam tulisan tentang isu-isu aktual yang terjadi di wilayah sosial kemasyarakatan. Di sisi lain, ini merupakan salah satu bentuk langkah kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan sosial yang seakan-akan tidak kunjung terselesaikan. Berbekal ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah, pemikiran kritis tumbuh untuk mencoba mencari akar permasalahan dan diintegrasikan antara teks Alquran dan tafsir sebagai latar belakang ilmu pengetahuan dengan konteks yang terjadi di lingkungan sekitar.

Dalam mengulas persoalan isu-isu sosial, karya-karya yang diantologikan dalam buku ini cukup kritis dan peka terhadap gejala-gejala sosial yang melanda negara Indonesia, seperti kekerasan yang terjadi pada umat beragama dan pada individu yang berbentuk perbudakan atau buruh, gaya hidup yang kebarat-baratan, sampai persoalan pelik yang terjadi di Indonesia, yaitu korupsi. 

Buku ini perlu diapresiasi sebagai bentuk gebrakan kesadaran bagi kalangan mahasiswa secara keseluruhan, khususnya mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir untuk membangun sikap kritis dalam melihat baik dari teks ke konteks atau sebaliknya, serta memberikan kesadaran konsep Alquran sebagai tempat berpulang, yang terkadang selama ini keotentikannya dilalaikan oleh kebanyakan masyarakat. Hal tersebut mungkin bisa dimulai dengan membaca buku ini sebagai refleksi kesadaran tersebut, dalam melihat relasi antara teks Alquran dan konteks yang terjadi dimasyarakat. Meskipun, seperti yang dikatakan oleh Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag. dalam kata pengantar untuk buku ini: "karya ini banyak kekurangan dalam konsumsi bacaan buku atau kitab tafsir sebagai rujukan dan referensi," (hlm. x) serta ada beberapa kalimat dalam buku tersebut yang terkesan “memaksa”. Namun terlepas dari kekurangan tersebut, buku ini perlu untuk dibaca dari setiap kalangan, baik mahasiswa, santri, dosen, guru agama, serta masyarakat luas.

Imron Hakiki
adalah mahasiswa Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin
UIN Sunan kalijaga Yogyakarta 

Diterbitkan oleh

Buletin Amanaha Online. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I. Ganjaran Gondanglegi Malang Jawa Timur. Menulis.

2 komentar:

  1. di mana saya bisa dapat buku itu ya... terimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah tersedia di berbagai Toko Buku, Mas Ab Durrohman :)

      Delete

 

© 2016 Amanah Online. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top