Monday, November 23, 2015

Profesionalisme Organisasi

2:17 PM



Oleh: Muhammad Firdausin Nuzul

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesionalisme (profésionalisme) mempunyai makna; mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau yang profesional. Profesionalisme merupakan sikap dari seorang profesional. Menurut H. Sumitro Maskun (1997: 7) bahwa suatu profesionalisme adalah merupakan suatu bentuk atau bidang kegiatan yang dapat memberikan pelayanan dengan spesialisasi dan intelektualitas yang tinggi. Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran, spesialisasi atau kualiti dari seseorang yang profesional.

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).

Kalau dalam cangkupan Kelompok atau pelajar di bedakan menjadi dua yaitu Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". Dan Organisasi pelajar adalah organisasi yang beranggotakan pelajar untuk mewadahi bakat, minat dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler.

Dalam profesionalisme dan organisasi ada tingkah laku atau etika. Istilah etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti watak atau kebiasaan. Dalam bahasa sehari-hari kita sering menyebutnya dengan etiket yang berarti cara bergaul atau berperilaku yang baik yang sering juga disebut sebagai sopan santun. Istilah etika banyak dikembangkan dalam organisasi sebagai norma-norma yang mengatur dan mengukur perilaku profesional seseorang.

Di era sekarang profesionalisme organisasi seakan-akan hanya dikesampingkan saja disebabkan pengajaran yang diberikan oleh organisasi sangat minim tak terkecuali organisasi terpelajar, pengajaran yang hanya bersifat pengetahuan dan pengajaran menjadi panitia acara tidak akan bisa membentuk karakter orang yang punya prefesionalisme organisasi dan tidak terlepas oleh pengurus organisasi itu. Apalagi organisasi pelajar dan Komunitas yang mencangkup antara organisasi tidak boleh mempropaganda organisasi lain dan memberi ruang organisasi yang sama, ini bisa mengakibatkan permusuhan di dalam Komunitas itu. Jadi jika ada organisasi atau komunitas yang tidak punya etika atau sopan santun dalam perbuatannya, apalagi mengharamkan organisasi lain sepatutnya di beri sangsi tegas biarpun itu senior atau alumni.

Profesionalisme sangat diperlukan dalam sebuah organisasi, di mana setiap orang dituntut untuk bekerja secara profesional. Jika dalam sebuah bidang organisasi tidak ditemuka profesionalisme, maka yang akan terjadi adalah timbulnya keresahan dalam organisasi tersebut dan mengakibatkan pekerjaan yang diharapkan dapat selesai menjadi terabaikan atau terbengkalai karena kurang adanya kepedulian terhadap pekerjaan tersebut. Profesionalisme sangat diperlukan dan penting, karena tanpa adanya hal tersebut maka akan muncul kecemburuan sosial dalam suatu bidang pekerjaan dan profesionalisme sendiri membutuhkan sebuah tanggungjawab kepada setiap orang untuk bertanggungjawab atas tugas atau pekerjaan yang telah diserahkan kepadanya dan harus menyelesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Dalam berorganisasi etika profesionalisme juga sangat diperlukan, antara lain tampilkan rasa percaya diri kamu, yakinlah terhadap kemampuan diri kamu bahwa kamu bisa, jangan minder dan usahakan selalu rendah hati, yakinlah setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, jadi kita tidak boleh bersombong diri atau merendahkan orang lain, usahakan mampu berkomunikasi dengan diri sendiri. Yang paling penting adalah menjaga kedisiplinan kita, seperti datang tepat waktu pada saat ada pengumpulan anggota organisasi, tidak meninggalkan tugas yang telah diberikan oleh ketua karena itu bukanlah sikap professional. Selain itu menggunakan waktu dengan sebaik mungkin sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Etika salam juga salah satu orang yang memilliki jiwa profesionalisme, contohnya pada saat bertemu teman kita hendaknya memberikan 3-S, yaitu senyum, salam, sapa. Itu akan membuat kita akan dipandang sebagai orang yang mempunyai jiwa profesional dan ramah.[]

sumber gambar: managementexperienced

Diterbitkan oleh

Buletin Amanaha Online. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I. Ganjaran Gondanglegi Malang Jawa Timur. Menulis.

0 komentar:

Post a Comment

 

© 2016 Amanah Online. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top