Showing posts with label Siti A'isyah. Show all posts
Showing posts with label Siti A'isyah. Show all posts

Friday, May 30, 2014

Sauda

credit photo: here

Oleh: Siti A'isyah

Kereta yang ku tumpangi semakin mendekati kota kelahiranku. Kenangan-kenangan pahit segera menyergapku. Jika bukan karena keinginan kuatku untuk segera mengetahui alasan Sauda mau menerima kembali mantan suaminya, Rowo, tidak ingin rasanya aku kembali menginjakkan kaki ke kota ini. Tapi Sauda bersikeras tidak mau memberitahukan alasannya itu lewat telepon ataupun lewat media sosial lain. Dia harus menyampaikannya langsung kepadaku. Dan satu-satunya jalan adalah aku harus datang ke rumahnya, di kota kelahiranku.

Melewati tiga stasiun lagi, kereta ini akan berjalan di rel kota J.

Ingatanku melayang pada suatu hari ketika kakiku melangkah masuk ke rumah Sauda, seorang perempuan beranak tiga, yang tertua berumur 7 tahun dan yang bungsu berumur 23 bulan, yang menjadi korban kekerasan suaminya. Kekerasan fisik, psikologis, dan ekonomi, semua dialaminya. Saat melihatnya, rasa iba dan marah segera memenuhi dadaku. Badan kurusnya lebam membiru. Anak-anaknya juga kurus tidak terawat. Rumahnya, yang sebenarnya cukup besar, nyaris kosong tanpa perabotan, hanya satu set meja kursi lusuh di ruang depan dan tempat tidur dan sebuah lemari pakaian yang tersisa di kamar.

Tuesday, May 6, 2014

Merindukan Santri* yang Melek Politik




Oleh: Siti A’isyah 

Fenomena PKB saat ini (tahun 2004) menjadikan citra politik santri terpuruk. Visi besar PKB tentang Demokrasi dan Pluralisme terkubur oleh perilaku politik yang tidak dewasa oleh kadernya. Akibatnya, politik santri yang pada sejarah Indonesia menorehkan tinta emas, akhir-akhir ini mendapat sorotan tajam yang negatif. Apa yang terjadi dengan santri kita dengan kesadaran politiknya ?

Nah, tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajak santri menjadi politisi atau terlibat secara langsung dalam percaturan politik praktis. Pun tidak berniat untuk mengajarkan santri berebut kekuasaan. Penulis hanya ingin menumpahkan keresahan tentang betapa kebutaan kita akan politik, ingin berbagi tentang arti pentingnya politik, juga tentang efek politik dalam kehidupan, tidak hanya dalam kehidupan publik tapi juga dalam sisi hidup kita yang paling privat (pribadi).
Powered by Blogger.

 

© 2016 Amanah Online. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top